SeCrP7dtUL2aVHC9BPTmzy7YOro5ys5FuFCiiVVo

Jangan Heran kalau Pasangan “Berubah “ Setelah Menikah



Ilustrasi by Freepik

Percintaan sepertinya akan selalu menjadi topik yang menarik untuk dibicarakan ya, karena dari sekian banyak cerita hidup anak manusia,salah satu yang paling besar porsi menyita perhatian nya salah satu nya ya urusan percintaan ini. Dimulai dari cinta monyet saat beranjak remaja, coba – coba pacaran dengan teman sekolah, sedikit lebih serius saat masuk kuliah, benar – benar serius saat sudah masuk jenjang dunia kerja dan menjadi seorang dewasa muda dan diakhiri dengan menikah sebagai puncak dari keseriusan kita dalam hal percintaan ini.

Banyak sekali kita dengar lagu – lagu hits sepanjang masa juga bertemakan percintaan, entah tentang berbunga – bunga nya perasaan saat jatuh cinta, galau dan patah hati nya saat putus dengan sang pacar dan gimmick – gimmick lain yang juga tidak jauh – jauh dari asmara antara pria dan wanita ini. Sungguh tidak terbantahkan lagi betapa kuat nya pengaruh cinta ini dalam hidup kita.

Mungkin pahit manis dan perasaan yang nano – nano itu kita rasakan saat masih berpacaran dengan si dia, beda cerita lagi bila kita sudah beranjak ke level pernikahan , rasa nano – nano itu masih ada namun tidak hebah saat masih pacaran karena psikologi cinta saat masih berpacaran dan sudah menikah sangat jauh berbeda. Saat pacaran kita banyak dikendalikan oleh imajinasi kita, harapan – harapan kita tentang seseorang yang ada di depan maat kita ini dan skenario – skenario yang indah – indah tentang pernikahan, berharap apa yang kita tonton sejak kecil di fim – film Disney benar – benar akan menjadi kenyataan, bahwa setelah menikah kita akan happily ever after.

Realita pernikahan

Ternyata semua itu memang benar – benar hanya ada di film Disney ya, karena bila kita sudah mengalami sendiri yang namanya dunia pernikahan wow rasanya juga tidak kalah naik turun nya saat masih berpacaran, namun kadar nya saja yang berbeda. Saat masih pacaran kita lebih banyak merasakan senang, suka cita dan seolah – olah pasangan kita adalah the best men or woman in the world, benar – benar tiada cela (ya kalaupun ada cela nya itu sangat lah minor dan hampir tidak terlihat). Namun, saat memasuki dunia pernikahand engan orang yang sama, problem klasik pun datang yakni  “mengapa pasangan berubah setelah menkah ?”. Disadari atau tidak tema ini banyak sekali berseliweran di sosial media maupun di konten – konten percintaan, tema mengapa pasangan berubah setelah menikah ini memang seperti syok terapi di awal – awal pernikahan.

Namun, apakah benar bahwa setelah menikah, hampir rata – rata atau  sebagian besar pasangan berubah ? sebenarnya berubah dari sisi apanya sih ? toh kan orang nya juga sama saat masih PDKT atau pacaran ?. Well,  menjawab pertanyaan tersebut memang harus benar – benar dipikrikan secara mendalam ya dan kita juga harus bertanya pada diri sendiri apakah kita juga berubah di mata pasangan ?. Secara garis besar nya sebenarnya tidak ada yang berubah,  toh orang nya juga sama kan, yang berubah sebenarnya bukan subyek orang nya, namun pikiran dan harapan kita akan sosok atau figure pasangan kita lah yang membuat pasangan kita seolah – olah berubah drastis setelah menikah dan menjadi orang yang berbeda. Kita bayak mendapatkan arahan dan pengetahuan bahwasanya pacaran itu tidak jaminan kita mengetahui karakter asli pasangan dan ini bisa benar bisa juga salah. Psikologi orang yang berpacaran adalah mereka saling menginginkan satu sama lain dan tidak mau kehilangan sehingga untuk bisa menarik hati calon nya maka perlu ada upaya – upaya yang membuat sang calon luluh dan terpesona ,salah satunya apa ? salah satu nya dengan menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri, ditunjukakn mulai dari attitude yang baik, perhatian, mendengarkan dengan baik saat pasangan berbicara, selalu ada untuk pasangan dan hal – hal menyenangkan lain nya yang membuat pasangan benar – benar nyaman hingga akhirnya jatuh hati, mengapa itu semua dilakukan ? ya karena dalam rangka ingin mendapatkan hati calon pasangan dan ending nya ingin memiliki calon pasangan dan menikah dengan nya, karena dengan menikah maka secara sah adat, budaya dan hukum dia akan menjadi milik kita. Jadi jelas kan orientasinya ? karena calon pasangan kita belum menjadi milik kita sepenuhnya.

Sebenarnya tidak ada yang berubah

Saat sudah sah dalam ikatan pernikahan maka kita akan kembali menajdi karakter asli diri kita, bukan berarti saat masih berpacaran kita bermuka dua dan berpura – pura, bukan begitu, itu adalah versi “terbaik” diri kita dan untuk menjadi yang terbaik dari diri kita tentu butuh effort dan usaha yang luar biasa bukan, nah disitulah mengapa saat menikah kita cenderung kembali ke karakter asli kita karena pertama, tujuan kita sudah tercapai yakni mengikat hubungan percintaan kita dalam tali pernikahan dan yang kedua karena untuk terus menerus melakukan effort menjadi versi terbaik secara kontinyu dan konsisten itu tidaklah mudah, benar – beanr butuh komitmen dan kesadaran dalam diri yang tinggi dan kuat untuk berubah dan ini kaitan nya dengan determination dan self discipline yang tidak semua orang menguasainya.

Jadi apakah sudah ada gambaran mengapa banyak orang mengeluh pasangan nya berubah setelah menikah , hehe. Sebenarnya mereka tidak benar – benar berubah kok, mereka hanya kembali ke sifat aslinya hanya saja kita yang keliru melihat mereka dari sudut pandang kita pribadi. Jadi, daripada berdebat siapa yang berubah, mengapa kita tidak sama – sama saling memberikan yang terbaik utnuk pasangan, kita tidak bisa merubah orang dan berharap orang itu berubah karena berubah atau tidak nya seseorang itu adalah dari kehendak dan kesadaran individu yang bersangkutan, kita hanya bisa berperan sebagai support system untuk mendukung terjadinya peruahan itu,namun jangan sekali –kali kita berharap di luar batas akan perubahan itu kita sendiri yang akan kecewa saat harapan -  harapan itu tidak terwujud. Ada seseorang yang saya kagumi berkata bahwa pernikahan itu bukan saling menuntut untuk dibahagiakan tapi berlomba – lomba untuk saling membahagiakan.  

Related Posts
Umi Fitria Prihantini
Seorang Ibu, wanita, teman dan partner yang selalu ingin membuka hati dan pikiran untuk belajar tentang hidup. Email : simpelmommy@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar

Popular