SeCrP7dtUL2aVHC9BPTmzy7YOro5ys5FuFCiiVVo

Disiplin menabung dana darurat dan invetasi



Di zaman yang serba tidak pasti ini, apalagi sejak pandemi melanda seluruh dunia, ini bagaikan tamparan keras bagi kita semua bahwa we really don’t know what will happen, mungkin istilah ini terdengar klasik tapi memang kenyataan nya semua orang merasakan dampak ini, yang tadinya kita hidup dengan no worry at all karena sudah ada pekerjaan mapan dan aman dengan status pegawai tetap atau pengusaha dengan cashflow  bisnis dan demand yang sangat baik sehingga kita beraada dalam zona nyaman. Saat pandemi datang dan hampir mayoritas kegiatan ekonomi lmpuh karena pembatasan kegiatan masyarakat, barulah disini kita merasakan bahwa ternyata kita dipaksa keluar dari zona nyaman, dan di saat yang bersamaan pulan hal ini membuat keuangan keluarga kita terpaksa dirombak habis – habisan.

Di masa yang lalu,mungkin tidak terpikir bahwa masa – masa seperti ini akan datang, sehingga membuat kita semua hampir lalai dalam menyiapkan dana darurat , sehingga mau tidak mau semua asset tabungan dan investasi jangka panjang yang sudah kita kumpulkan harus perlahan tergerus untuk memenuhi kebutuhan hidup di masa pandemi ini.

Di sini kita belajar bahwasanya mempunya “ban serep” berupa dana darurat adalah hal yang penting bahkan mendekati wajib ya hukumnya, karena kita tidak benar – benar tahu kapan saat darurat itu dating, dan saat momen itu datang, alih – alih mengeluh dan kebingungan, kita sudah siap menghadapinya dengan tenang dan membantu kita berpikir jernih untuk mengambil langkah selanjutnya untuk menyelamatkan keuangan keluarga kita.

Sebelumm berinvestasi untuk jangka panjang, alangkah baiknya kita amankan terlebih dahulu dana darurat kita,berikut tips menabung dana darurat yang mungkin cocok untuk kita coba :

1. Menabung dana darurat dan investasi secara bersamaan

Bila kita takut kehilangan momentum bagus pada iklim investasi sekarnag ini, kita bisa menggabungkan keduanya, menabung dana darurat dan berinvestasi sekaligus. Jadi, setelah menyisihkan alokasi untuk ditabung, kita bisa membagi 2 porsi besar, 50% untuk full menabung dana darurat dan 50% untuk investasi, sehingga semua tujuan keuangan kita bisa ter akomodir. 

2. Simpan dana darurat di tempat yang mudah di akses

Dana darurat haruslah dapat kita tarik sewaktu – waktu,karena kapan datangnya kondisi darurat itu tidak ada yang tahu, maka kapanpun kita butuh harus bisa kita akses dengan mudah. Untuk instrument nya bisa kita simpan di rekening tabungan biasa, reksadana pasar uang atau deposito. Untuk tabungan, bisa  dikatakan ini adalah layer 1 karena sifatnya yang sangat likuid dan  bisa kapan saja kita tarik tunai. Untuk reksadana pasar uang, mungkin kita harus menunggu 2-3 hari dari pengajuan jual sampai dana masuk ke rekening kita, dan untuk deposito, hampir sama dengan rekeing tabungan, bisa langsung kita cairkan bila sudah jatuh tempo, namun bila belum saat jatuh tempo, deposito tetap bisa kita cairkan dengan resiko terkena potongan penalty, di sisi lain proses pencairan juga hanya bisa dilakukan di jam dan hari kerja saja.

3. Lakukan diversifikasi

Melanjutkan poin nomor 3, dana darurat bisa kita taruh di beberapa instrument untuk menghindari out of control dalam menggunakan nya. Kita bisa simpan sebagian dana darurat di rekening tabungan untuk kondisi darurat saat itu juga, sebagian lagi di reksadana pasar uang untuk kondisi darurat yang masih bisa ditunda sementara, misal pembelian barang atau peralatan rumah tangga yang rusak, dan sebagian lagi kita taruh di deposito untuk memastikan ada dana darurat yang betul – betul aman dari jangkauan kita untuk menghindari impulsive.

4. Menabung rutin setiap bulan

Setelah kita mennetukan besaran alokasi dan instrument temat menyiman dana darurat, langkah  selanjutnya yang paling penting adalah, take action. Ya, bisa kita mulai dengan menabung rutin setiap bulan setelah mendapat gaji, atau payment bila anda seorang freelancer. Dengan displin menabung setiap bulan, akan membentuk habit yang baik dalam mengelola keuangan.

Itulah 4 tips menabung dana darurat yang bisa kita coba terapkan, pelru diingat bahwa dana darurat bukan tabungan atau investasi ya, dana darurat adalah dana cadangan untuk kondisi yang terjadi di luar kendali kita, jadi, saat kondisi darurat datang, kita tetap bisa survive dan alokasi asset investasi kita tetap aman dan bertumbuh sesuai rencana jangka panjang yang telah kita buat.


Related Posts
Umi Fitria Prihantini
Seorang Ibu, wanita, teman dan partner yang selalu ingin membuka hati dan pikiran untuk belajar tentang hidup. Email : simpelmommy@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar

Popular