SeCrP7dtUL2aVHC9BPTmzy7YOro5ys5FuFCiiVVo

Yuk Simak Tips Mengatasi Overdosis Konten Media Sosial



Ilustrasi content creator (Freepik)

Siapa yang membaca artikel ini karena memiliki kesamaan atau setidaknya sedang mengalami yang namanya overdosis dalam mengikuti atau melihat tayangan konten – konten tertentu di media sosial ? well, kita tidak sendiri karena sebagian besar orang sepertinya juga merasakan hal yang sama.

Media sosial sepertinya sudah menjadi bagian dalam kehidupan kita, banyak survei yang mengkaji tentang penggunaan media sosial dan mayoritas memang menunjukkan bahwa frekuensi kita dalam berinteraksi dengan media sosial terbilang cukup tinggi yang berarti hampir setiap hari bahkan setiap beberapa jam kita pasti meraih ponsel kita untuk sekedar mengecek notifikasi maupun update berita dan informasi terbaru dari media sosial.

Dari media sosial pun kita tahu tentang apa yang sedang terjadi , berita apa saja yang sedang hits dan konten – konten apa saja yang sedang banyak diminati atau sekedar sering muncul di beranda kita. Setiap orang tentu punya ketertarikan tersendiri pada suatu bidang atau hal, baik itu hobi, gaya hidup ataupun sudut pandang terhadap suatu masalah. Untuk menampung minat dan ketertarikan ini maka bermunculah banyak content creator yang mengusung tema di bidang nya masing – masing, mulai dari konten seputar kecantikan, olahraga, gaya hidup, finansial, fashion, parenting dan masih banyak lagi. Mulai dibawakan oleh seseorang yang memang  ahli di bidang nya atau hanya sekedar suka dengan bidang tersebut, semua orang bisa menjadi content creator dan memuat konten sesuai dengan passion nya masing – masing.

Namun, tidak semua orang juga bisa dan mau menajdi content creator, kebanyakan seperti kita justru menjadi penikmat saja sembari menggali informasi dan belajar dari konten yang kita lihat. Terlepas dari jenis konten nya, apakah kita menyadari bahwa saat kita sedang “lapar” dengan tema konten tertentu,kita akan mulai mencari dan menyerap informasi sebanyak – banyaknya dari berbagai sumber dan berbagai content creator, kita akan melakukan perbandingan antara satu konten dengan konten yang lain bahkan tidak jarang saat kita sudah menemukan akun dengan konten yang sekiranya “klik” dengan kita, kita akan mulai membaca atau menonton semua konten nya satu per satu, ada yang pernah mengalami juga ?

Jangan berlebihan dalam konsumsi konten media sosial

Jadi, permasalahan nya di mana ? sebenarnya tidak salah kita menyukai konten tertentu dan menggali lebih banyak ilmu dan informasi dari nya, namun yang perlu digaris  bawahi  adalah bagaimana cara kita konsumsi konten tersebut supaya tidak berlebihan dan menjadi boomerang bagi diri kita sendiri. Seperti yang kita ketahui, kebanyakan konten di media sosial bersifat sharing knowledge yang berarti ada informasi yang diberikan oleh content creator kepada kita sebagai audience nya. Namanya audience, kita juga pasti akan banyak djejali dnegan informasi – informasi dari konten tersebut, saat terlalu banyak informasi yang kita terima dan konsumsi, maka akan ada titik dimana kita merasa burnout karena di bombardir dengan informasi atau topik yang sama berulang – ulang, secara tidak langsung hal ini akan membuat kita menjadi overthinking bahkan depresi, kita akan menjadi “kepikiran” setiap saat hingag menjadi obsess , puncaknya kita hanya akan menghabiskan tenaga dan pikiran hidup dalam kerangka pikrian kita sendiri dan lupa bahwa banyak hal lain dalam hidup ini yang harus dilakukan dan membutuhkan tindakan nyata.

Alih – alih hidup dalam pikiran – pikiran kita sendiri akibat obsess dengan konten media sosial, kita perlu menerapkan cara – cara yang membuat kita tetap seimbang dan tidak berlebihan sehingga kita tetap bisa memperoleh knowledge  dan juga menjaga mental kita tetap waras.

Batasi frekunesi. Membatasi frekuensi ber media sosial sangatlah penting, saat kita merasa bahwa kita mulai terobsesi dengan konten tertentu, mulailah untk mengatur  ritme dnegan membatasi atau membuat scheduling dalam konsumsi konten .

Menahan diri. Saat kita suka dengan suatu konten , tidak terasa kita akan menghabiskan banyak waktu untuk meng explore nya, menahan diri adalah upaya internal dari diri kita sendiri secara sadar, dengan belajar menahan diri kita akan menjadi mudah mengendalikan perilaku kita dan juga menjaga balance dalam kehidupan kita, kita tidak ingin kan banyak hal penting lain nya yang terabaikan karena kita terlalu asyik menonton atau membaca konten di media sosial ?

Disiplin. Diperlukan disiplin yang tinggi dalam melakukan suatu perubahan  apapun itu dalam hidup kita. dengan meneraplan disiplin diri, maka kita akan menjaga secara konsisten untuk tetap patuh pada langkah – langkah yang kita ambil di atas.

Mengatasi addiction terutama pada media sosial memang tidaklah mudah karena begitu massive nya pengaruh media sosial dalam hidup kita, di sisi lain agak susah bila harus tidak ber media sosial sama sekali karena dari sekian banyak sisi negatif dan gelap dari media sosial, tidak bisa dipungkiri dari media sosial lah kita juga banyak belajar hal baru yang menambah wawasan bahkan skill kita. Jalan tengah yang bisa kita ambil adalah selalu bijak dan seimbang dalam menggunakan media sosial, terlepas dari segala kontroversinya.

Related Posts
Umi Fitria Prihantini
Seorang Ibu, wanita, teman dan partner yang selalu ingin membuka hati dan pikiran untuk belajar tentang hidup. Email : simpelmommy@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar

Popular