SeCrP7dtUL2aVHC9BPTmzy7YOro5ys5FuFCiiVVo

Jangan Dulu Investasi Sebelum Melakukan 3 Hal Ini

Ilustrasi by Freepik

Tidak perlu di perdebatkan lagi bahwa menabung memang mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan finansial kita, dari kecil pun kita selalu di didik baik di lingkup pendidikan formal maupun informal untuk selalu menerapkan perilaku menabung ini, bahkan di sekolah – sekolah pun sampai dibuatkan slogan Hemat Pangkal Kaya, mungkin sudah tidak terhitung lagi ya seberapa sering kita mendengar atau melihat slogan ini di buku – buku pelajaran waktu zaman sekolah dulu.

Menabung memang sangat penting karena menabung adalah awal kita membangun mindset dan membiasakan diri membentuk habit atau kebiasaan terhadap perilaku kita dalam hal mengelola finansial, yang mana mungkin sudah tidak asing lagi ya kalau kebanyakan masyarakat kita masih banyak yang kurang melek atau minim literasi tentang keuangan sehingga dimulai dengan membiasakan diri menyisihkan sebagian pendapatn kita setiap bulan adalah langkah yang sangat bagus dan patut di apresiasi.

Menabung saja ternyata tidak cukup

Meskipun gaung untuk menabung ini sangat gencar didengungkan di mana – mana, namun tahukah kita bahwa ternyata menabung saja ternyata tidak cukup loh ? kok bisa ? ya, karena menabung berarti kita hanya menyimpan uang saja dan membiarkan nya mengendap di rekening kita atau mungkin membiarkan nya tergeletak di dalanm brankas atau tempat penyimpanan kita, sedangkan bila kita amati setiap tahun kita dihdapkan dengan invisible thief atau pencuri tak kasat mata yang namanya inflasi. Inflasi sendiri mengutip dari laman Bank Indonesia adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Tentu kita sudah bisa merasakan ya bagaimana harga barang yang sama tentu berbeda bila ditilik beberapa tahun ke belakang, pun demikian beberapa tahun ke depan tidak menutup kemungkinan juga harga untuk barang yang sama bisa naik beberapa kali lipat. Contoh sederhananya saja harga – harga kebutuhan pokok di era sekarang tentu berbeda dengan dua atau tiga tahun lalu bahkan sepuluh tahun lalu, di luar kondisi ekonomi dunia yang tidak menentu yang juga menjadi salah satu pemicu, kenaikan harga – harga tetap tidak bisa dihindari, hal ini terjadi pelan namun pasti.

Itulah mengapa menabung saja tidak cukup, karena nilai mata uang kita akan bersaing dengan kenaikan harga barang dan jasa. Mungkin lima atau sepuluh tahun yang lalu dengan uang seratus ribu kita bisa membeli dan mendapat banyak barang di minimarket, sekarang dengan uang yang sama, sama – sama seratus ribu kita mungkin hanya akan mendapatkan beberapa item barang saja, itu pun terkadang masih dirasa kurang.

Investasi sebagai pelindung nilai uang kita

Karena itulah dibutuhakn strategi lain untuk melindungi mata uang kita atau uang hasil tabungan kita agar tidak kalah dengan inflasi, agar nilai uang kita sekarang mempunyai daya beli yang sama dengan tingkat kenaikan harga di masa yang akan datang, bagaimana caranya ? dengan berinvestasi. Investasi sendiri adalah aktifitas mengembangkan atau menanam modal atau uang dnegan tujuan untuk memproleh keuntungan, nah keuntungan inilah yang nantinya diharapkan bisa sebagai bamper dalam menangkal inflasi karena keuntungan yang didapatkan dari investasi akan membuat nilai uang yang kita simpan bertambah, berbeda dengan menabung biasa yang pertambahan nilainya akan bertambah hanya bila kita top up tabungan, dengan investasi uang kita yang akan bekerja sesuai instrument yang kita pilih untuk memaksimalkan keuntungan yang akan didapat.

Berarti tidak perlu lagi menabung dong ? kan lebih menguntungkan investasi ? nah, ini yang mungkin banyak dari kita yang masih salah kaprah memahami, menabung dan investasi itu dua perilaku yang berbeda, kita bisa berinvestasi dengan sistem menabung namun kita tidak bisa menabung saja dan berharap mendapatkan hasil seperti kita berinevstasi. Menabung tidak mengahsilkan return yang besar sehingga nilai uang yang kita simpan ya akan segitu –gitu saja, sedangkan bila kita berinvestasi, uang yang kita simpan akan diputar dan dikembangkan sehingga hasil perputaran nya akan menambah nilai uang yang kita simpan. Menabung bisa dirasakan manfaatnya kapan saja sedangkan investasi baru akan terasa manfaatnya setelah sekian lama, karena horizon menabung dan investasi berbeda, investasi lebih ditujukan untuk memenuhi tujuan finansial jangka panjang (biasanya di atas lima atau sepuluh tahun) yang memang mempunyai target jumlah yang sangat besar dan berat bila harus dicapai dengan sistem menabung biasa karena nominal yang harus ditabung tentu akan jauh lebih besar, namun bila kita berinvestasi, kita bisa mencicilnya dengan nominal yang lebih kecil.

Hal yang harus diperhatikan sebelum memulai investasi

Sekarang kita sudah tahu bahwa investasi ternyata juga penting untuk finansial security kita di masa depan, namun sebelum melangkah ke investasi alangkah baiknya kita sudah memastikan bahwa hal – hal berikut sudah terpenuhi, apa saja itu ? berikut poin nya :\

1. Dana darurat sudah aman

Invetasi memang penting untuk masa depan dan hype atau semangat invetasi sekarang ini sudah bisa kita rasakan dari mulai banyak nya bermunculan aplikasi – aplikasi fintech untuk menjual produk investasi seperti saham, reksadana, P2P lending dll. Namun, sebelum masuk kesana, pastikan dulu kita mempunyai dana darurat yang aman. Dana darurat ini adalah dana yang kita kumpulkan sebesar pengeluaran rutin bulanan kita selama beberapa bulan ke depan dan dana ini kita simpan di instrumen yang mudah diakses dan likuid, jadi sewaktu – waktu kita membutuhkan uang kita bisa menariknya saat itu juga. Kita disarankan untuk mengumpulkan dana darurat minimal sebesar 3 kali pengeluaran rutin bulanan kita bahkan bisa lebih atau sampai 12 kali pengeluaran rutin bila kita sudah berkeluarga dan mempunyai anak. Tujuan dana darurat ini harus yang paling utama di provide adalah agar saat kita mengalami kondisi darurat, kita mempunyai dana cadangan untuk menutup kebutuhan kita, jadi kita tdiak harus mengutak atik investasi kita yang sudah berjalan.

2. Cashflow positif

Bila kondisi cashflow kita masih berantakan bahkan masih besar pasak daripada tiang, tentu saja jangankan ber investasi, untuk menabung dana darurat saja kita pasti akan kesusahan, maka dari itu, sebelum terlalu jauh membicarakan invetasi atau bahkan untuk menabung, maka kita perlu untuk mengevaluasi dan mengkondisikan cashflow bulanan keuanga kita positif, yakni menjaga pengeluaran tidak lebih besar dari pemasukan sehingga gap yang ada bisa kita manfaatkan untuk meanbung dan ber investasi. 

3. Pastikan budget operasional bulanan aman

Ini yang juga tidak kalah penting, sebelum memulai menabung atau investasi, satu hal yang paling krusial adalah pastikan terlebih dahulu kebutuhan operasional bulanan kita aman dan tercukupi, jangan sampai kita mati – matian menabung bahkan ber investasi namun kebutuhan bulanan kita tersendat – sendat bahkan sampai berhutang, tentu ini kaidah yang terbalik ya, seharusnya kita tetap bisa menabung bahkan berinvestasi dengan catatan kita tidak berlebihan melakukan penghematan sampai – sampai kita sendiri kesusahan dan akhirnya tidak bahagia, jadi tetap harus seimbang dan pastikan kebutuhan untuk menunjang kita hidup dengan aman dan cukup sudah terpenuhi dulu. Mengapa standarnya cukup ? ya karena cukup ini untuk setiap orang pasti berbeda – beda, cukup untuk si A belum tentu cukup untuk si B dan sebaliknya sehingga silahkan di sesuaikan dengan standar kecukupan masing – masing.

Itulah tiga hal penting yang harus kita perhatikan dan penuhi sebelum memulai untuk berinvestasi. Investasi memang penting dan sangat bagus dilakukan sejak dini, namun jangan sampai kita juga memaksakan diri dan salah melihat situasi dan kondisi, jangan karena sednag hype dan fomo, kita jadi lupa mana yang harus di prioritaskan terlebih dahulu karena tentunya kita semua ingin tabungan dan investasi kita kelak akan berjalan sesuai track dan tidak diusik dengan alasan untuk menambal kebocoran budget sana sini.

 

Related Posts
Umi Fitria Prihantini
Seorang Ibu, wanita, teman dan partner yang selalu ingin membuka hati dan pikiran untuk belajar tentang hidup. Email : simpelmommy@gmail.com

Related Posts

3 komentar

  1. Nice article kak! Memang seharusnya bisa menyiapkan dana darurat terlebih dahulu, namun bisa saja dilakukan berbarengan dengan investasi apalagi uangnya cukup. Thanks ka sudah sharing

    BalasHapus
  2. yup betul bisa dilakukan berbarengan supaya tidak kehilangan momentum investasinya ya... thanks sudah membaca :)

    BalasHapus
  3. betul banget, 3 hal itu memang perlu diperhatikan sebelum investasi

    BalasHapus

Popular