SeCrP7dtUL2aVHC9BPTmzy7YOro5ys5FuFCiiVVo

Mengapa Saving Challenge Kadang Tidak Selalu Berhasil

Ilustrasi by Freepik

Bukan bermaksud mengecilkan hati para pejuang saving challenge, namun terkadang apa yang kita lihat di sosial media dan kawan – kawan nya itu tidak semulus dan selancar saat kita tejrun langsung mengaplikasikan nya.

Oke kembali ke saving challenge, mungkin beberapa dari kita ada yang belum paham saving challenge itu apa sih ? kalau dilihat dari arti bahas inggrisnya adalah tantangan menabung, yap,  sama seperti arti lugasnya, saving challenge ini adalah suatu tantangan yang kita lakukan kepada diri sendiri untuk bisa disiplin menabung nominal uang tertentu yang sudah kita tentukan dan sepakati di awal. Jadi ini murni agreement dengan diri kita sendiri ya, tidak ada pihak kedua apalagi ketiga. Sebelum menjamur di Indonesia sebenarnya saving challenge ini  sudah banyak yang membuat konten nya terutama dari youtuber – youtuber luar negeri dan kalau dilihat – lihat memang semakin ke sini trend konten personal finance memang sudah banyak ya dan semuanya mirip sekali dengan konten – konten dari luar, entah itu tema nya, cara atau metode penyampaia dan detail –detail lain nya.

Apa tujuan saving challenge ?

Sebenarnya tujuan dari saving challenge ini adalah mendisiplinkan diri kita untuk mau dan berkomitmen menabung, mengapa harus menabung ? ya karena kita semua mempunyai tujuan – tujuan keuangan jangka pendek, menengah maupun jangka panjang yang ingin kita capai dan bila belum ada uang cash dengan nominal yang sesuai target kita otomatis cara mencapai tujuan finansial ini adalah dengan menabung yakni mengumpulkan uang sedikit demi sedikit. Biasanya dalam saving challenge, kita akan berkomitmen untuk tidak membelanjakan nominal uang tertentu dalam jangka waktu tertentu, kita ambil contoh yang paling banyak dijadikan challenge ini adalah menabung uang 20 ribu selama satu tahun, jadi aturan main nya saat ada uang 20 ribu entah itu hasil kembalian setelah berbelanja atau uang parkir di dompet, maka kita harus segera mengamankan dan menabungnya.

Lalu apa bedanya dengan menabung rutin bulanan ? bila menabung rutin bulanan kita sudah set fix nominal yang akan ditabung setiap bulan, kalau saving challenge ini biasanya kita mengambil nominal yang tidak terlalu besar dengan harapan uang pecahan kecil ini tidak cepat habis sia – sia dan tetap bisa terselamatkan.

Manfaat saving challenge

Menabung sudah pasti memberikan manfaat yang baik kepada kita terlepas dari apapun itu judul dan metode nya, namun khusus untuk saving challenge ini manfaat yang paling bisa kita rasakan adalah terbentuknya habit disiplin menabung yang tinggi pada diri kita dan meningkatkan kontrol diri sendiri, bayangkan bila kita bisa menahan diri untuk tidak membelanjakan uang 20 ribu atau bahkan 5 ribu saja maka besar kemungkinan kita juga akan bisa menahan diri saat kita mempunyai jumlah uang yang lebih besar, semua memang dimulai dan dilatih dari hal yang kecil dulu ya.

Selain itu, bila kita sukses menjalankan saving challenge ini dalam kurun waktu tertentu, maka saat waktunya tiba untuk “membongkar celengan”, perasaan bahagia dan bangga bisa mencapai target akan menjadikan kita semakin termotivasi lebih untuk meningkatkan skill dan habit menabung kita di masa yang akan datang.

Hal yang menyebabkan saving challenge gagal

Apakah saving challenge selalu berhasil ? tentu tidak, banyak juga dari kita yang mungkin semangat saat di awal – awal memulai namun menyerah di tengah jalan. Nah kira – kira apa ya yang menjadi penyebab saving challenge ini tidak berhasil ?

Kurangnya pengendalian diri. Tentu saja saat kita lebih memilih keinginan kita dan tidak bisa menahan godaan belanja atau jajan dengan nominal uang yang di challenge, otomatis kita juga akan gagal memenuhi target yang kita buat sendiri, kalaupun masih dijalankan mungkin hasilnya tidak akan maksimal dari yang seharusnya kita dapat.

Memang tidak ada budget. Pernah tidak kita mengalami sudah merencanakan dan budgeting di awal bulan, namun di pertengahan masih mengambil uang simpanan ? nah, sama juga dengan saving challenge, saat kita menabung uang kembalian belanja atau dari pos – pos yang sudah kita buat, eh ternyata di pertengahan bahkan belum menjelang akhir bulan kita sudah mengambil lagi saving challenge kita karena uang operasional tidak menutup, itu tandanya memang kita belum siap untuk melakukan saving challenge karena budget bulanan kita sudah sangat nge pas dengan nominal yang kita set di awal, beda cerita bila budget kita berlebih, maka kelebihan dari kebutuhan utama operasional itulah yang bisa disisihkan untuk saving.

Memang tidak cocok dengan metode saving challenge. Alasan ketiga mengapa saving challenge tidak selalu berhasil adalah karena memang kita tidak cocok menerapkan gaya menabung seperti ini. Mungkin kita tipikal orang yang lebih suka menabung langsung di muka, jadi setelah nya kita bisa bebas menggunakan uang yang tersisa, atau menabung tiap minggu atau harian dan masih banyak varian dan metode menabung yang works berbeda – beda untuk setiap orang.

Bukan beararti saving challenge itu salah atau sia – sia, sekali lagi tidak karena ini hanya masalah cara atau metode saja. Yang ingin di sampaikan di sini adalah agar kita tidak mudah terbawa trend dan arus yang sebenarnya mungkin tidak sesuai dengan diri kita namun kita memaksakan diri karena seolah – olah cara ini adalah cara yang efektif dan kalau tidak melakukan nya maka kurang lengkap skill menabung kita, sekali lagi tidak. Bila kita cocok dan efektif menjalankan metode ini maka go ahead, itu sangat bagus, tetapi bila kita termasuk golongan yang kurang cocok maka jangan berkecil hati, masih banyak cara menabung lain yang bisa kita eksplor.

Terima kasih sudah berkunjung.

Related Posts
Umi Fitria Prihantini
Seorang Ibu, wanita, teman dan partner yang selalu ingin membuka hati dan pikiran untuk belajar tentang hidup. Email : simpelmommy@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar

Popular