SeCrP7dtUL2aVHC9BPTmzy7YOro5ys5FuFCiiVVo

Cara Memulai Declutter dalam Gaya Hidup Minimalis, Tidak Serumit yang Dibayangkan

ilustrasi declutter (Pexels.com/RODNAE Productions)

Kalau berbicara gaya hidup minimalis, mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan istilah declutter. Ini adalah istilah yang merujuk pada suatu aktifitas mengurangi barang – barang yang sekiranya sudah tidak kita gunakan lagi, jadi daripada hanya memenuhi ruangan namun jarang digunakan lebih baik barang tersebut kita eliminasi. Proses eliminasi ini juga kita bagi menjadi tiga macam, setelah terkumpul barang – barang apa saja yang akan di eksekusi, selanjutnya kita akan memutuskan apakah barang itu akan kita buang, recycle atau kita donasikan, jadi tidak serta merta langsung main buang saja.

Setiap orang pasti pernah melakukan yang namanya declutter atau istilah awam nya beres – beres rumah dan menyortir barang. Namun, beres – beres di sini bukan cuma merapikan rumah dan isinya saja, namun juga memilah – milah mana barang yang sekiranya sudah lama tidak terpakai dan bisa kita buang dan mana yang bisa diberikan ke tukang loak atau disumbangkan, meskipun mungkin aktifitas ini tidak intens atau sering kita lakukan, bahkan hanya beberapa kali saja atau kalau sempat.

Nah, dalam gaya hidup minimalis declutter ini adalah salah satu hal yang bisa dibilang sangat krusial, mengapa? karena prinsip dari minimalisme itu sendiri yang ingin mengurangi keterikatan terhadap barang seminimal mungkin dan bagaimana kita memaksimalkan fungsi dari sebuah barang yang membuat kita harus aktif dan secara berkala melakukan proses declutter ini, apalagi bila kita baru mau memulai mencoba menjadi seorang minimalist, otomatis yang pertama harus dilakukan tidak lain dan tidak bukan ya proses declutter ini.

Manfaat declutter

Memberikan kita ruang. Tentu berbeda ya rasanya tinggal di dalam rumah yang penuh sesak barang serta berantakan dengan rumah yang rapi, bersih dan lega karena tidak terlalu banyak barang di dalam nya. Percaya tidak percaya hal ini bisa sangat mempengaruhi mood dan emosi kita saat berada di dalam rumah.  Rumah yang rapi dan tidak berantakan akan membuat kita menjadi lebih kalem dan tenang, sebaliknya rumah yang berantakan juga akan membuat pemilik di dalam nya juga menjadi ikut kacau pikiran dan emosinya.

Menghilangkan keterikatan dengan barang. Apa rasanya setelah kita berhasil menyingkirkan barang yang sudah lama bahkan bertahun – tahun disimpan tanpa tujuan jelas dan jarang bahkan tidak pernah digunakan? mau dibuang sayang, disimpan tapi kok tidak dipakai? pasti kita pernah kan mengalaminya, kita dihambat oleh perasaan sayang kalau dibuang. Namun, sekalinya kita berhasil memberanikan diri untuk berkata OKE, barang ini sudah haus dieliminasi, maka kita akan merasa lega dan rasa berat atau  galau setiap kali mau melakukan nya langsung hilang berubah menjadi perasaan yang plong, itu artinya kita sudah berhasil memutus keterikatan irasional kita dengan barang.

Membuat pikiran tenang. Teralu banyak barang dan tidak tahu cara memanfaatkannya sehingga akan berakhir mangkrak begiu saja juga akan berpengaruh terhadap kejernihan pikiran kita. Saat kita berhasil mengeliminasi barang – barang yang tidak kita butuhkan, maka pikiran kita pun tenang karena tidak terusik dengan drama rumah berantakan, siapa sih yang tidak suka dan damai berada di rumah yang rapi dan nyaman dengan tidak terlalu banyak barang – barnag yang tidak penting?

Tips memulai declutter

Setelah kita sadar dan tahu manfaat dari declutter, selanjutnya adalah bagaimana cara memulainya? Mebayangkan harus beres – beres barang yang ada di semua penjuru rumah saja rasanya sudah capek duluan ya? tenang, tidak perlu se ekstrim itu kok karena nanti justru bisa membuat kita stress sendiri bila harus langsung sapu bersih dalam semalam. Bila kita ingin memulai declutter, kita bisa memulai secara perlahan dengan step – step berikut ini :

Tentukan lokasi atau spot. Dalam melakukan perubahan apapun itu, alangkah baiknya kita mulai dari hal yang kecil dulu supaya tidak membuat kita syok dan kapok setelahnya. Pun begitu juga dengan declutter, bila kita langsung eksekusi semuanya dalam satu waktu yang ada kita akan kelelahan dan melakukan nya tidak dalam keadaan happy, maka dari itu kita bisa memulai melakukan acara sortir dan beres – beres barang ini dimulai dengan membuat batasan dari spot atau area tertentu dulu, misal area kamar pribadi dulu, dilanjutkan area dapur, area ruang tamu maupun area – area lain di dalam rumah kita. Dengan menentukan based on area nya dulu, akan memudahkan kita untuk fokus dan tidak membuat kita semakin bingung karena banyaknya tempat yang harus dibereskan.

Lakukan satu per satu. Setelah kita menentukan area pertama dan selesai melakukan nya, beri jeda sebelum lanjut ke area selanjutnya, misalnya hari pertama kita ingin declutter area kamar tidur, hari kedua area ruang tamu, hari ketiga dapur dan seterusnya. Dengan memberi jeda dan batasan seperti ini maka aktifitas yang tadinya terlihat melelahkan dan membuat ngos-ngosan akan bisa dilakukan dengan happy dan seru karena kita sudah menbuat timeline nya.

Klasifikasikan barang hasil eliminasi. Seperti yang sudah disinggung di atas, setelah kita mengumpulkan barang – barang yang sudah tidak digunakan, jangan lupa untuk memilah – milah lagi mana yang memang harus dibuang karena sudah benar – benar tidak layak, mana yang masih bisa kita donasikan karena masih layak dan mana yang sekiranya bisa kita daur ulang atau ubah menjadi fungsi yang lain misal baju – baju yang tidak layak donasi bisa kita ubah menjadi kain untuk lap untuk bersih – bersih, lumayan kan.

Lakukan declutter selanjutnya secara berkala. Apakah declutter hanya dilakukan sekali saja atau berkali - kalijawabnya tergantung, bila kita memang tidak membeli atau menambah barang – barang baru yang nantinya akan bernasib sama dengan barnag yang sudah kita eliminasi di awal ya tentu tidak ada yang harus kita sortir lagi kan? Namun bila seiring berjalan nya waktu ternyata kita membeli atau menambah barang – barang di rumah kita, maka perlu juga dilakukan cek berkala untuk meninjau kembali apakah barang ini masih kita gunakan atau tidak. Kita bisa melakukan cek berkala ini 3 bulan sekali, 6 bulan sekali atau mengikuti jadwal yang kita buat sendiri . Dengan melakukan declutter berkala in akan membuat kita tetap on track untuk menjaga rumah dan tempat tinggal kita dari tumpukan barang yang tidak penting, tentu kita tidak mau kan rumah yang sudah rapi dan bersih harus kembali berantakan dan amburadul karena  kembali ke habit lama kita.

So, declutter ini juga bisa menjadi kontrol kita juga loh untuk mempertahankan kondisi tempat tinggal atau rumah kita tetap rapi dan nyaman. Bagaimana? tertarik untuk mencoba? mulai saja dulu dari yang paling mudah dilakukan ya…

 

Terima kasih sudah berkunjung

 

 

 

 

Related Posts
Umi Fitria Prihantini
Seorang Ibu, wanita, teman dan partner yang selalu ingin membuka hati dan pikiran untuk belajar tentang hidup. Email : simpelmommy@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar

Popular