SeCrP7dtUL2aVHC9BPTmzy7YOro5ys5FuFCiiVVo

Tidak Hanya Dampak Negatif, Gadget Juga Punya Dampak Positif Loh Untuk Anak

ilustrasi anak bermain gadget (Pexels.com/Julia M Cameron)

Selama ini kita sebagai orang tua selalu mendapatkan doktrin dan brainwash bahwa gadget adalah big no untuk anak, jauhkan gadget dari anak – anak, jangan pernah memberikan gadget pada anak – anak dan masih banyak lagi kalimat – kalimat anjuran yang mengharuskan kita untuk tidak mengenalkan gadget pada anak seolah – olah gadget adalah sumber bahaya paling mengerikan untuk tumbuh kembang anak. Apa benar begitu?

Mungkin karena selama ini kita terlalu diliputi rasa takut dan khawatir sehingga membuat kita sebagai orang tua sangat antipati dengan gadget. Belum lagi ditambah campaign – campaign yang digaungkan oleh banyak influencer maupun berita – berita di media yang semakin membuat kita meyakini dan memutuskan secara sepihak bahwa tidak bisa diganggu gugat jika gadget benar – benar buruk untuk anak.

Pertanyan nya, sampai kapan kita akan memegang teguh prinsip tersebut? sedangkan kita sekarang hidup di era kemajuan teknologi yang pesat dan hampir setiap menit hidup kita tidak bisa lepas dari teknologi. Berapa jam atau menit sekali kita membuka hp? Membuka laptop atau komputer? Tv ? dan perangkat digital lain nya ? tentu akan sangat sulit bila kita menolak namun secara tidak sadar kita juga menggunakan nya secara bersamaan. Kita benar – benar melarang atau menghindarkan gadget dari anak – anak namun di saat yang bersamaan anak juga melihat aktifitas kita sehari – hari yang bersinggungan dengan gadget, bisa dikatakan paradox.

Tidak selamanya gadget buruk

Bial selama ini mindset kita di framing bahwasanya gadget itu banyak keburukan nya, bukan berarti gadget tidak punya kelebihan dan sisi positif sama sekali loh, semua hal apapun itu pada dasarnya punya dua mata pedang, bisa digunakan untuk hal yang baik maupun buruk, bukankah kita sekarang hidup di era yang seperti itu ? di mana kita diharuskan membuat pilihan setiap menit bahkan detik.

Sekarang coba kita bayangkan, saat kita benar – benar strict dan tidak memperbolehkan anak mengenal gadget, toh saat mereka mulai masuk sekolah, di sekolah mereka juga akan dikenalkan karena gadget sekarang juga menjadi tools atau alat untk belajar mengajar di sekolah. Mungkin kita juga masih ingat ya pandemi dua tahun lalu yang juga mengharuskan kegiatan sekolah dilakukan secara daring yang mau tidak mau ya harus akrab dengan gadget. Jadi, memblokir sama sekali gadget dalam hidup anak rasanya kurang relevan di zaman sekarang ini, terkecuali semua sistem dan lingkungan yang ada mendukung untuk itu.

Sisi positif mengenalkan gadget pada anak

Selain sisi negatif, kita juga tidak boleh menutup mata untuk melihat beberapa sisi positif juga loh, mari kita kesampingkan dulu cerita – cerita atau kasus – kasus anak kecanduan gadget karena itu nanti ada ranahnya sendiri untuk mengantisipasinya. Sekarang mari kita lihat sisi positif yang juga bisa kita dapatkan dari si gadget ini :

Mengajari anak melek teknologi

Zaman kita dahulu, teknologi dikenalkan saat kita menginjak usia sekolah, mungkin sekitar strata sekolah menengah pertama, itupun juga sangat basic sekali seperti belajar mengetik, dll, Jangankan komputer rumahan, smartphone saja belum ada waktu itu. Berbeda dengan zaman sekarang di mana setiap rumah tangga mayoritas mempunyai personal computer (PC) atau laptop dan juga hampir dipastikan setiap orang mempunyai smartphone sekarang ini sehingga kesempatan dan frekuensi terpapar teknologi sangat tinggi. Memperkenalkan anak dengan teknologi atau gadget sejak kecil akan membuat mereka familiar atau terbiasa sehingga saat mereka masuk usai sekolah dan harus bersentuhan dengan gadget mereka sudah tidak asing lagi.

Memberi rangsangan kognitif anak

Bagi yang mempunyai anak kecil pasti pernah mengalami si kecil banyak mempelajari kosakata dan kalimat – kalimat baru dari tayangan khusus anak – anak yang mereka tonton lewat gadget.  Usia anak – anak memang usai dimana mereka cepat sekali menyerap informasi dan stimulus, terutama bila stimulus tu berupa gambar bergerak dan berwarna – warni yang membuat mereka excited. Anak – anak lebih cepat belajar dengan media yang komunikatif  dan ekspresif seperti film ataupun nyanyian, tinggal kita sebagai orang tua saja yang harus pandai memilah – milah tayangan yang patut ditonton oleh si kecil dan tidak lupa juga untuk mendampingi mereka. Bukan berarti kita lepas tanggung jawab dan menyerahkan tumbuh kembang anak kepada gadget, kita menggunakan gadget hanya sebagai sarana atau tools saja yang membantu mempermudah pengajaran kepada anak.

Media hiburan yang simple

Selain sebagai media ajar, gadget jua bsia menjadi salah satu alternatif hiburan bagi anak – anak selain bermain permainan dan juga liburan bersama atau outdoor activity. Jadi, kita tidak membatasi hiburan anak hanya sebatas aktifiats tertentu saja, banyak pilihan juga tidak ada masalah asalkan sesuai tujuan dan tetap didampingi tentunya.

Mengajari anak proporsional menyikapi gadget

Bayangkan bila anak sama sekali tidak diperbolehkan bersentuhan dengan gadget, pada saat nya nanti mereka harus menggunakan gadget, yang harusdi antisipasi adalah mereka justru akan kehilangan kontrol diri dan berpotensi adiktif karena selama ini kita tidak mengenalkannya  sama sekali. Memang benar gadget itu sangat menyenangkan bagi siapa saja, pun juga bagi anak kecil. Namun, saat anak – anak sudah mengenal perangkat ini dan menggunakan nya dalam batas wajar, mindset mereka tentang gadget akan menjadi terbiasa dan menganggap gadget bukan barang yang wah, sama saja dengan media belajar atau mainan yang lain nya sehingga tidak ada kekaguman yang berlebihan.

Zaman sekarang mungkin hampir mustahil tidak ada anak yang tidak terpapar gadget karena era nya sudah berubah. Kita tidak bisa menolak perkembangan zaman, yang bisa kita lakukan sebagai pribadi dan orang tua khususnya adalah bagaimana tetap terbuka menerima perubahan zaman namun tetap proporsional menyikapinya. Boleh – boleh saja menganalkan gadget pada anak asal masih dalam koridor dan batas wajar, memfilter tayangan apa yang patut dan boleh ditonton oleh anak dan yang paling penting adalah bagaimana cara membuat anak tidak kecanduan dan mengenal rasa bosan pada gadget, sehingga mereka akan memperlakukan gadget secara wajar.


Related Posts
Umi Fitria Prihantini
Seorang Ibu, wanita, teman dan partner yang selalu ingin membuka hati dan pikiran untuk belajar tentang hidup. Email : simpelmommy@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar

Popular