SeCrP7dtUL2aVHC9BPTmzy7YOro5ys5FuFCiiVVo

Tips Sambal Rumahan dan Cara Menyimpan nya Supaya Awet

ilustrasi sambal (jcomp/Freepik.com)

Sebagai orang timur dan orang Indonesia pada khususnya, kita sudah sangat familiar dengan sambal. Olahan dari cabai ini memang menjadi andalan dalam melengkapi menu makanan harian kita, bahkan rasa-rasanya makan seperti kurang lengkap dan nikmat kalau tidak ada sambal atau sensasi pedas nya. Meskipun bisa saja kita memasukkan cabai rawit ke dalam masakan yang kita masak, namun tentu tidak semua orang di dalam keluarga menyukai masakan pedas sehingga sambal menjadi penyelamat bagi pecinta  pedas.

Olahan sambal pun sangat beraneka ragam mulai dari yang paling umum dan sering kita jumpai sehari-hari misalnya sambal tomat, sambal terasi, sambal bawang, sambal cabai hijau maupun olahan sambal yang khas seperti sambal mattah atau dabu-dabu, sambal kecombrang, sambal roa dan masih banyak jenis sambal yang sepertinya makin hari makin banyak saja ya varian dan ragam nya.

Terlepas dari banyaknya jenis dan ragam sambal ulek Nusantara, tentu untuk konsumsi sehari-hari kita menginginkan sambal yang tidak hanya enak dan pedas tentunya, melainkan juga mudah pembuatan dan penyimpanan nya sehingga setiap saat kita menginginkan nya, tidak perlu lagi menyiapkan cobek, ulegan, bahan-bahan dan menggerus semuanya, bisa dibayangkan bila kita  harus menguleg sambal berulang-ulang, tentu selain capek juga tidak efisien dalam hal waktu dan tenaga.

Lalu bagaimaan caranya supaya kita tetap bisa menikmati sambal setiap saat tanpa harus bolak balik menguleg ? nah, caranya adalah dengan membuat stok sambal. Loh, bukan nya sambal itu harus sekali dimakan langsung habis ya? kalau nyetok, apa tidak mudah basi? apa masih enak dimakan ? apa tetap fresh? tenang mom, untuk yang satu ini tentu kita harus jeli dan memilah-milah jenis sambal seperti apa yang bisa kita buat dalam jumlah banyak dan bisa di stok, penasaran ?

Pengalaman saya membuat dan menyetok sambal

Saya kira lebih mudah bila berbagi pengalaman pribadi saja karena sudah terbukti dan teruji, hehe. Saya juga pecinta pedas dan rasanya kurang komplit saja makan bila tidak ada sambal, sedangkan bila harus menguleg sambal setiap kali makan rasanya pegal juga ya lama-lama. So, saya mencari-cari resep sambal yang bisa dibuat dalam jumlah banyak dengan menggunakan blender atau chopper tanpa harus menguleg manual dan tentunya dengan bahan yang dan rasanya tetap enak. Akhirnya saya menemukan resep sambal bawang rumahan (terinspirasi dari sambah bawang Bu Rudy yang terkenal itu), yang setelah saya praktekkan ternyata cukup mudah dan enak juga rasanya untuk sekelas KW-nya Bu Rudy, hehe. Jadi begini kurang lebih resep sambal bawang rumahan yang biasa saya buat :

Bahan :

Cabe rawit

Bawang merah

Bawang putih (1 siung saja)

Terasi secukupnya

Garam

Penyedap rasa

Minyak goreng

Sedikit air

Cara membuat :

1. Pertama, cuci bersih cabai rawit dan bawang merah, lalu blender kasar atau masukkan ke dalam chopper dan giling sesuai selera untuk tingkat kehalusan nya.

2. Siapkan wajan penggorengan, tuang minyak agak banyak, masukkan satu suing bawang putih yang sudah digeprek beserta kulitnya dan diamkan sampai agak kecoklatan (tujuan nya supaya minyak nya beraroma harum bawang putih).

3. Setelah agak kecoklatan, angkat bawang putih lalu masukkan cabai rawit dan bawang merah yang sudah dihaluskan, bumbui dengan garam, penyedap rasa dan terasi, aduk-aduk dengan menggunakan api kecil hingga sedang.

4. Tambahkan sedikit air supaya sambal tidak terlalu pekat.

5. Masak  terus sampai sambal berwarna merah agak gelap atau terdapat gelembung-gelembung kecil pada minyaknya, setelah itu matikan api dan diamkan sejenak.

6. Sambal sudah jadi, simpan ke dalam wadah tertutup dalam keadaan sudah dingin supaya awet.

Nah itulah resep sambal bawang rumahan andalan saya. Untuk penyimpanan, sambal awet kurang lebih  seminggu bila disimpan di dalam wadah tertutup. Bila ingin lebih tahan lama hingga sebulanan saya sarankan untuk menyimpan sambal di dalam kulkas, jadi saat ingin mengkonsumsinya, tinggal ambil sesuai takaran selera lalu panaskan (bisa dimasukkan ke microwave atau dioseng sebentar di penggorengan).

Membuat stok sambal bawnag dalam jumlah banyak dan menyimpan nya dalam kulkas menurut saya lebih efektif karena sewaktu-waktu kita ingin memakan nya tinggal ambil dan panaskan saja. Untuk rasa sama sekali tidak berubah, tetap sama seperti saat masih fresh selesai dibuat karena saat pembuatan kita menggoreng sambal nya dalam minyak yang cukup banyak dan sambal juga digoreng matang sehingga tidak mengubah rasa. Dengan cara ini, kita tidak perlu menguleg sambel berulang-ulang, bahkan tidak perlu ulegan, cukup sekali buat dalam jumlah banyak dan voila, kita sudah bisa menikmati sambal kapanpun kita mau. Problem solved. Enaknya dapat, praktis nya dapat.

Bagaimaan Mom? tertarik mencoba?

Related Posts
Ashana Umi Fitria
Seorang Ibu, wanita, teman dan partner yang selalu ingin membuka hati dan pikiran untuk belajar tentang hidup. Email : umifitria88@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar

Popular